Beliau ini namanya Bapak
Arif. Salah seorang guru pengajar di sebuah SDLB di daerah Kediri. Kalau ada
yang belum tau dimana itu Kediri silakan liat lagi nilai geografinya dulu
berapa. Kediri itu terkenal dengan grup sepak bola Macan Putih dengan kostum ungu,
terkenal dengan sebutan kota Tahu karena banyak sentra industri tahu kuning,
terkenal dengan getuk pisangnya, dan dilewati oleh sungai Brantas.
Lalu kenapa jadi yang
diceritakan Kedirinya?
Oke kita kembali ke topik
bahasan kali ini, jreng jreng jreng… Ini dia sosok guru yang sebenarnya aku
sendiri gak begitu mengenalnya, sebagai guru. Dari awal Aku lebih mengenalnya
sebagai ayah dari seorang anak cewek yang amit-amit banget ( @nikaflow ).
Piiiiiissssss…
Waktu SMP aku pernah main
ke sekolah tempat Bapak ini mengajar. Dari situlah aku tau apa itu huruf
braille, bagaimana bentuknya, bagaimana
cara berbicara dengan bahasa isyarat. Tapi yang bikin mengganjal dalam hati itu
kenapa sih ini Bapak mau mengajar anak-anak itu? Kenapa Bapak ini gak jadi guru
di sekolah umum aja? Mungkin setelah foto beliau yang didapat tanpa izin yang
bersangkutan ini berhasil di posting si Bapak akan memberikan alasannya.
Mengajar itu adalah hal
yang mulia. Bukan hanya berhubungan dengan gaji dunia semata tapi juga imbalan
kelak saat bertemu dengan Sang Pencipta Hidup. Namun begitu masih belum
terfikir juga dalam diriku bagaimana beliau bisa berada dalam lingkungan
anak-anak yang spesial itu. Menjadikan mereka yang sebelumnya tidak bisa
menjadi bisa. Menjadikan mereka berilmu dan menjadi sama seperti kita pada
umumnya.
Satu hal lagi yang membuat
salut dari Bapak ini adalah bahwa keluarganya satu rumah, istri dan anak beliau
juga berkecimpung dalam dunia yang sama. Sebagai guru bagi anak-anak difable.
Beruntunglah kita masih mempunyai mereka yang peduli dengan ciptaan Tuhan yang
spesial itu.
#PeopleAroundUs #Day2 @aMrazing @nikaflow
Tidak ada komentar:
Posting Komentar