Mengapa kau tidak tersenyum saja?


Photo ini diambil suatu sore di pinggir danau di sebuah universitas negeri di Surabaya. Danau ini terkenal dengan nama danau cinta. Entah kenapa, semenjak aku kuliah disana sudah sangat tenar nama itu. Mungkin karena setiap sore banyak muda-mudi yang menikmati senja berdua disana. Tapi yang bikin aku gak habis pikir, kenapa mbak satu ini seolah mau menghancurkan nama besar danau cinta. Berdiri sendiri dengan wajah galau menatap asa.

Begitu beratnya kah beban menjadi mahasiswa Mbak?. Aku tahu mbak, kamu sedang menjalin hubungan yang complicated dengan dosen pembimbing skripsimu. Tapi aku mohon plisss jangan ada niat bunuh diri dengan nyemplung ke dalam danau. Aku jamin bukan malaikat yang akan menyambutmu, melainkan kerumunan ikan yang bersorak senang mendapatkan jatah makan super spesial hari itu.

Mbak, jika kau perhatikan, di sisi sebelah kananmu dua muda-mudi tertawa riang menikmati bersama. Tapi kau kenapa bermuram durja seolah tak ada lagi hari esok untukmu. Apa sebenarnya yang kau gundahkan. Mengapa kau tidak tersenyum saja? Janganlah kau tanyakan jawaban atas dukamu pada semilir angin dan langit sore. Hanya Tuhannya tempat segala jawaban berada.




--terimakasih untuk @SLNailufar atas photonya--

1 komentar: